MATERI ILMU ALAMIAH DASAR

Pengertian ilmu alamiah dasar

Ilmu alamiah dasar (IA) sering disebut Ilmu alamiah Pengetahuan Alam (IPA) dan akhir-akhir ini ada juga yang menyebutkan Ilmu Kealaman yang dalam bahasa inggris disebut Natural Science atau disingkat Science dan dalam bahasa Indonesia sudah lazim digunakan istilah Sains.

            I.A merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar (Basic Natural Science) hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A. Manusia yang Bersifat Unik

Ilmu alamiah dasar

Manusia sebagai makhluk hidup umumnya mempunyai ciri-ciri: (1) organ tubuhnya kompleks dan sangat khusus, terutama otaknya, (2) mengadakan metabolisme atau penyusunan dan pembongkaran zat, yakni ada zat yang masuk dan keluar, (3) memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar, (4) memiliki potensi untuk berkembang, (5) tumbuh dan berkembang, (6) berinteraksi dengan lingkungannya, dan (7) bergerak.

Bila kita dibandingkan tubuh manusia dengan tubuh hewan tingkat tinggi lainnya, maka tubuh manusia lemah. Misalnya: gajah, harimau, burung, dan buaya. Gajah dapat mengangkat balok yang berat, harimau dapat berjalan cepat. Burung dapat terbang, dan buaya dapat berenang cepat.  Namun, rohani manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kedua alat itu, manusia dapat mengangkat barang puluhan ton, berlari dengan mobil lebih cepat, bergerak lebih cepat dengan kapal terbang dengan pesawat terbang supersonik, dan sebagainya. Dengan kedua alat itu, manusia dapat mengusai dan mengungguli makhluk lain. Akal budi dan kemauan kerasnya adalah sifat unuk dari manusia, di samping dapat belajar dan mengajar anakanya.

B. Kurioritas atau Rasa Ingin Tahu dan Akal-Budi

Telah disebutkan di atas bahwa semua makhluk hidup, termasuk manusia, memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan. Misalnya tumbuhan yang berhijau daun memberikan reaksi terhadap sinar matahari. Cabang dan daun tumbuhan itu berusaha untuk memperoleh sinar matahari karena perlu untuk mengadakan fotosintesis (pembuatan zat makanan). Hewan tingkat memberikan reaksi terhadap lingkungan dengan mengadakan pernjelajahan, ingin tahu daerah lain, misalnya harimau atau burung ingin tahu tempat lain untuk memperoleh makanan dan sebagainya. Rasa ingin tahu atau kuriositas pada hewan itu didorong oleh naluri (instinct) dan oleh asimov (1972) disebut idle curiosity. Naluri itu bertitik pusat pada mempertahankan kelestarian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman.

Manusia mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan. Tetapi juga mempunyai akal-budi sehingga rasa ingin tahu itu tidak tetap sepanjang zaman. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang. Rasa ingin tahu manusia tidak pernah dapat dipuaskan. Apabila suatu masalah dapat dipecahkan, akan timbul masalah lain yang menunggu pemecahannya. Manusia bertanya terus setelah tahu apa, maka ingin tahu bagaimana dan mengapa. Manusia mampu menggunakan pengetahuan yang telah lama diperoleh untuk dikombinasikan dengan pengetahuan yang baru menjadi pengetahuan yang lebih baru lagi. Hal yang demikian berlangsung beradad-adad sehingga terjadi akumulasi pengetahuan. Manusia purba hidup gua-gua, tetapi berkat pengetahuan yang bertambah terus, manusia modern bertempat tinggal dalam gedung-gedung yang kokoh dan indah seperti saat ini. Kecuali untuk memenuhi kepuasan manusia, Ilmu pengetahuan juga berkembang untuk keperluan praktis agar hidupnya lebih mudah dan menyenangkan.

C. Perkembangan Alam Pikiran Manusia

Sebagaimana ten lah dikemukalan, manusia mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan rahasia alam dengan menggunakan pengamatan dan penggunaan pengalaman, tetapi sering tidak dapat menjawab masalah dan tidak memuaskan. Pada manusia kuno, untuk memuaskan diri, mereka mencoba membuat jawaban sendiri. Misalnya, apakah pelangi itu ? mereka tidak dapat menjawabnya. Maka, mereka tidak dapat menjawabnya. Maka, mereka mencoba menjawabnya dengan mengatakan bahwa pelangi adalah selendang bidadari. Lalu timbullah pengetahuan baru, yaitu bidadari. Selanjutnya, tentang mengapa gunung meletus, mereka juga mencoba menjawabnya dengan mengatakan bahwa Yang berkuasa marah. Dengan menggunakan logika, muncullah pengetahuan yang berkuasa pada lautan, hutan, dan seterusnya. Pengetahuan baru yang merupakan kombinasi antara pengalaman-pengalaman dan kepercayaan disebut mitos. Cerita-cerita mitos itu disebut legenda. Mitos dapat diterima orang pada saat itu karena keterbatasan pengindraan dan penalaran serta hasrat ingin tahu yang perlu segera dipenuhi. Sehubungan dengan kemajuan zaman, lahirlah ilmu pengetahuan dan metode pemecahan masalah secara ilmiah yang selanjutnya terkenal dengan metode ilmiah (Scientific method).

Puncak pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia, yaitu kira-kira 700-600 SM. Orang Babiolonia berpendapat bahwa alam semesta itu sebagai ruang setengah bola dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dengan bintang-bintang sebagai atapnya. Namun, yang menakjubkan adalah mereka telah mengenal bidang ekletika sebagai bidang edar matahari dan menetapkan perhitungan satu tahun, yaitu 365,25 hari. Pengetahuan perbintangan pada zaman itu pada zaman itu memang berkembang dan muncul pengtahuan tentang rasi-rasi kelompok bintang, yaitu rasi scorpio, virgo, pisces, leo, dan sebagainya. Rasi bintang yang kita kenal pada saat ini berasal dari zaman babilonia tersebut setengahnya merupakan dugaan, imajinasi, kepercayaan, atau mitos. Pengetahuan semacam itu dapat disebut pseudo science (sains palsu), artinya mirip sains, tetapi bukan sains sebenarnya. Sains palsu itu juga terkadang masih terdapat pada pola pikir orang Yunani kuno (700-600 SM). Misalnya, Thales (624-548 SM) seorang filosof, astronom, ahli matematika, dan ahli teknik, berpendapat bahwa bintang-bintang mengeluarkan sinar sendiri, sedangkan bulan hanya memantulkan sinar dari matahari. Dia juga berpendapat bahwa bumi merupakan suatu piring yang datar terapung diatas air. Dia yang pertama kali mempertanyakan asal-usul semua benda di alam semesta ini. Thales berpendapat bahwa keanekaragaman benda alam ini merupakan gejala alam saja, sedangkan dasarnya amat sederhana, yaitu air. Bahan dasar itu melalui proses membentuk keanekaragaman benda, jadi tidak terbentuk begitu saja. Pendapat ini merupakan pendapat yang sungguh besar dalam alam pikiran manusia pada zaman itu, karena sebelumnya masih banyak orang berpendapat bahwa benda yang beranekaragam itu diciptakan oleh dewa-dewa seperti adanya itu. Selanjutanya, Thales berpendapat bahwa semua kehidupan itu berasal dari air.

Kemudian, berdasarkan kemampuan berpikir manusia yang semakin maju dan perlengkapan pengamatan yang semakin sempurna, maka mitos dengan berbagai legenda makin di tinggalkan orang dan cenderung menggunakan akal sehat atau rasio.



D. Lahirnya Ilmu Alamiah

            Sebagaimana telah diterangkan di muka bahwa manusia sebagai makhluk hidup melalui pancainderanya memberikan tanggapan terahadap semua rangsangan, termasuk gejala di alam semesta ini. Tanggapan terhadap gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa merupakan suatu pengalaman.

            Pengalaman tersebut dari zaman ke zaman akan berakumulasi karena manusia mempunyai rasa ingin tahu atau kuriositas terhadap segalanya di alam semesta ini. Pengalaman merupakan salah satu cara terbuntuknya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta. Pengalaman itu akan bertambah terus selama menusia ada dimuka bumi ini dan mewariskan pengetahuan itu kepada generasi berikutnya. Pertambhan pengetahuan (kwoledge) seperti yang telah dikemukakan didorong oleh: (1) dorongan untuk memuaskan diri yang bersifat nonpraktis atau teoritis guna memenuhi kurioritas dan memahami hakikat alam semesta dan isisnya serta (2) dorongan praktis, yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih tinggi. Kedua dorongan itu menumbuhkan kemajuan ilmu pengetahuan. Dorongan pertama menuju ilmu pengetahuan murni (Pure-Science), sedangkan dorongan kedua menuju ilmu pengetahuan terapan (Applied Science).

            Ilmu alamiah merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis. Artinya, kegiatan manusia yang tiada hentinya dari hasil percobaan akan menghasilkan konsep, selanjutnya konsep tersebut mendorong dilakukannya percobaan berikutnya dan seterusnya.

E.  Kriteria Ilmiah

            Kriteria atau patokan merupakan suatu rambu-rambu untuk menentukan benar atau tidak besarnya suatu untuk masuk satatus tertentu. Pengetahuan termasuk kategori ilmu pengetahuan jika kriteria berikut dipenuhi, yakni : teratur, sistematis, berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal.

            Sebagaimana telah dikemukakan bahwa Ilmu Alamiah memperlajari segala sesuatu di alam ini sehingga alam semesta menjadi objek. Tujuan Ilmu Alamiah menurut beberapa ahli adalah mencari kebenaran tentang objekny, dan kebenaran itu bersifat relatif. Alam semesta sebagai objek penyelidikan mempunyai ospek yang sangat luas, misalnya aspek fisis, aspek kimiawi, aspek biologis, aspek ekonomis, dan sebagainya. Oelh karena itu, tidak mungkin ilmu alamiah dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai objeknya. Kebenaran yang dapat di capai oleh ilmu alamiah hanya satu atau beberapa aspek saja sehingga aspek lain belum diketahui. Meskipun demikian, yang penting adalah sesuai dengan tujuan Ilmiah Alamiah, yakni mencapai kebenaran yang sesuai dengan objeknya. Secara umum, dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan harus objektif.

Related Posts

0 Response to "MATERI ILMU ALAMIAH DASAR "

Post a Comment

Jika Postingan ini membantu kamu, ayo tinggalkan sedikit komentar agar Admin lebih bersemangat untuk terus menyediakan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi orang lain :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel